Banyak orang yang tidak percaya bahwa manusia menyimpan kekuatan super atau juga pancaindra selain 5 indra umum yang dimiliki. Namun tahukah Anda bahwa semua manusia memang memiliki ‘kekuatan super’ ketika kecil? Dikutip dari rangkuman yang dirilis oleh kracked.com, memang terlalu berlebihan apabila disebut kekuatan super, namun apa yang manusia miliki ketika masih kecil atau balita memang benar-benar terjadi dan tidak dimiliki ketika seseorang beranjak dewasa, menurut sains. Memang tidak seperti yang dimiliki oleh karakter fiksi Clark Kent atau Superman, namun ‘kekuatan super’ ini adalah salah satu tanda dari kebesaran Yang Maha Kuasa. Berikut 4 ‘kekuatan super’ yang dimiliki manusia ketika masih balita.

1. Kekuatan pikiran dan telepati

Pada tahun 2007 silam, sebuah kelompok peneliti dari University Institute for learning and Brain Sciences melakukan sebuah eksperimen dengan seorang balita berusia 18 bulan. Dalam penelitian tersebut, terungkap bahwa seorang bayi dapat mengetahui apakah orang dewasa yang berada di hadapannya sedang memberikan senyum palsu atau tidak. Selain itu, penelitian lain yang dilakukan oleh Brigham Young University juga pernah mengungkapkan bahwa seorang bayi atau balita mampu memahami perilaku binatang. Sayangnya, semua kemampuan pikiran yang super ini hilang ketika sang bayi mulai belajar berbicara.

2. Penglihatan super

Sebuah eksperimen yang dilakukan oleh peneliti gabungan dari Inggris pada tahun 2008 silam mengungkapkan bahwa bayi memiliki penglihatan yang ‘super’ karena mampu mengidentifikasi warna alami. Hal tersebut dikarenakan, dibandingkan dengan otak manusia dewasa yang telah terkontaminasi banyak hal dan lebih sibuk untuk memikirkan banyak hal, otak bayi lebih santai dan dalam proses pengembangannya. Oleh karenanya, mereka dapat mengidentifikasi hal baru termasuk warna yang paling alami sekalipun. Bahkan, ada anggapan khususnya di pulau Jawa yang katakan bahwa sebelum berumur 5 tahun, seorang balita mampu melihat makhluk halus. Sayangnya tidak ada penelitian tentang hal ini.

3. Pendengaran super

Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Washington, seorang bayi mampu menangkap dan fokus terhadap satu suara dari banyaknya suara-suara yang juga terdengar dalam waktu bersamaan. Hal tersebut dikarenakan, otak bayi yang masih dalam tahap pengembangan mampu memilah-milah suara yang masuk dari telinga dan memfokuskan pada satu suara yang ingin didengarnya.

4. Intelegensi

Manusia dilahirkan dengan memiliki neuron sekitar 100 miliar jumlahnya. Namun, dari banyaknya neuron tersebut, khususnya untuk orang dewasa, tidak semua dapat beroperasi secara bersamaan karena harus dipicu oleh sesuatu terlebih dahulu untuk mengoperasikannya. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Program for Early Parent Support (PEPS), berbeda dengan otak orang dewasa, otak bayi atau balita dapat dengan cepat menyerap apa yang mereka inginkan dan pelajari. Oleh karenanya, tidak usah heran kenapa balita dapat dengan mudah menirukan gerakan, nyanyian sampai dengan perkataan orang-orang dewasa di sekelilingnya. Namun, ketika dia mulai beranjak menjadi anak-anak, kemampuan tersebut berkurang secara drastis. (Merdeka.com)

Iklan