cara Menghalau stress

Rasa tertekan yang tingkatnya kecil pada dasarnya bisa ditangani dengan mudah. Namun, apabila berbagai pengaruh stres kecil tersebut bergabung menjadi satu dan tertanam dalam waktu lama, maka itu akan berpengaruh pada kesehatan fisik, mental, serta emosional Anda.

Bagaimanakah langkah jitu untuk mengurangi atau menghalau stres? Berikut adalah tips yang diberikan psikolog Ainy Fauziah seperti yang dikutip pada lama Tempo:

1.Sediakan “Me Time” atau waktu untuk diri sendiri
Sesekali sedikit “melarikan diri” dari segala problema hidup tidak masalah. Coba deh rehat sejenak dari segala kesibukan demi mencari “me time” Anda. Ada baiknya gunakan baik-baik akhir pekan Anda untuk melakukannya.

Nikmati momen-momen ini dengan memutar beberapa lagu favorit, aroma-aroma nikmat, membaca buku atau bersantai seharian di atas tempat tidur juga diperbolehkan kok. Sebaiknya sejenak menghindari diri dari televisi, e-mail, pesan suara, mesin faksimili, hingga telepon genggam, kalau perlu. Tujuannya adalah menghindari kelebihan beban informasi yang telah didapat selama hari kerja, sebab kebanyakan informasi bisa juga menimbulkan stres di kepala.

2.Niatkan untuk selalu bahagia dalam diri Anda
Selalu pegang terus apa yang menjadi kebahagiaan di dalam diri Anda meski terkadang pada hal-hal sepele. Seperti berkegiatan berkebun, menjahit, mengamati hewan, mendaki gunung, bersepeda, melukis, menulis, menjahit, berkebun, fotografi, pokoknya yang akan selalu membuat Anda bahagia saat melakukannya.

3.Menjauhkan Perasaan Tertekan
Seminggu bekerja sering mebuat Anda merasa tertekan dengan deadline, rapat atau masalah pekerjaan yang membebani Anda. Tidak menjadi pekerjaan utama tidak masalah, tapi paling tidak hilangkan atau menjauhkan perasaan tertekan supaya bisa sedikit terangkat ketika melakukan apa yang menjadi gairah hidup Anda. Kegiatan ini penting dilakukan karena terbukti mampu meningkatkan suasana hati, menurunkan tekanan darah, hingga tidur lebih nyenyak di malam hari.

4.Menjadi Diri Sendiri
Kadang bukan hal yang salah untuk menjadi diri sendiri meski harus bersikap seperti anak kecil. Mulai sering menyanyi atau bicara sendiri, suka bermain ular tangga, atau tiba-tiba ingin ikut bermain bersama anak, lakukan dan jangan pernah ragu karena ketika menjadi anak kecil kita merasa damai dan tidak harus bersikap orang dewasa yang terbiasa mengamati masalah dengan analisa yang membingungkan.

5.Belanja atau Membeli Sesuatu yang Disukai.
Dengan berbelanja, pergi ke bioskop untuk menonton film, pergi ke salon untuk sekedar melakukan perawatan tubuh, membeli peralatan sepeda gunung, menjadipenyanyi sejenak dengan datang ke tempat karoke. Pokoknya hal-hal yang membuat Anda bahagia dan tidak membebani pikiran.

6.Berkunjung atau Berkumpul dengan Orang Tercinta.
Seringkali waktu yang panjang karena bekerja membuat Anda tidak punya waktu untuk bercengkrama atau sekedar berkumpul dengan orang lain, istri, suami, anak, orang tua, keluarga, teman dekat dan sebagainya. Dalam Islam dikenal dengan silaturahmi yang bermakna luas untuk kebahagiaan, kesejahteraan dan hal-hal yang poistif dalam kehidupan Anda.

7.Melakukan Kegiatan Sosial.
Bisa berkunjung ke panti asuhan, panti jompo, ikut kerja bakti di sekitar rumah, terlibat dalam aksi bantuan sosial atau mendatangi acara pengajian atau keagamaan. Dengan aktivitas ini melatih kembali rasa syukur kita kepada Sang Pencipta dan bahkan akan menjadi alarm bahwa ternyata ada masalah orang lain yang lebih sulit toh bisa menikmati dan tidak membebani menjadi stres. Rasa bersyukur bahwa Anda jauh lebuh beruntung dari orang lain.[tempo.co]