sms gratis  diberhentikanEra SMS gratis lintas operator akan segera berakhir. Mulai 1 Juni 2012 bulan depan, skema baru SMS interkoneksi yang berbasis biaya akan berlaku. Akan ada biaya minimal Rp 23 untuk setiap SMS ke operator lain.

Sesuai Peraturan Menteri Kominfo Nomor 8/PER/M.KOMINFO/02/2006 tentang interkoneksi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengubah skema interkoneksi SMS yang sebelumnya menganut Sender Keep All (SKA) menjadi berbasis biaya (cost-based) per 1 Juni 2012. Ini menandai berakhirnya era SMS gratis.

Berdasar perhitungan biaya interkoneksi di 2010, biaya SMS itu ditetapkan sebesar Rp 23 per SMS. Tapi, jangan salah. Tarif akhir yang jadi beban konsumen bisa lebih besar karena masih mungkin ditambah beberapa komponen biaya lainnya.

“Skema interkoneksi SMS berbasis biaya diharapkan mengurangi SMS yang tidak diinginkan (spam),” ujar Gatos S Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo, Sabtu (26/5/2012).

Gatot menambahkan, skema interkoneksi SMS yang lama berjalan dengan alasan trafik SMS antar penyelenggara akan berimbang karena proses balas-berbalas SMS. Namun, faktanya, tidak demikian. Ada penyelenggara yang merasa dirugikan karena “kebanjiran” SMS dari penyelenggara lain.

Ricardo Indra, General Manager Corporate Communication PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menegaskan, Telkomsel siap menerapkan beleid anyar ini. “Kami memersiapkan sejak awal 2012,” ujarnya.

Menurut dia, SMS berbasis biaya tidak akan mengganggu pertumbuhan industri telekomunikasi karena bukan hal baru. Selain itu, layanan ini juga sudah diterapkan dalam layanan suara (voice).

Wajar jika Telkomsel menganggap aturan baru ini bukan masalah. Maklum, Telkomsel memiliki pelanggan terbanyak sehingga otomatis bisa mendapat SMS lintas operator dalam jumlah besar pula.

Beda halnya dengan operator kecil. Ruang gerak untuk memberi iming-iming SMS gratis akan hilang.

Chandra Hawan Aden, Head of Regulatory & Government Relation PT Axis Telecom menuturkan, skema baru ini tentu mempengaruhi bisnis Axis. “Karena pelanggan mengenal SMS sebagai layanan termurah,” ujarnya.

Namun, Axis sudah siap. “Sudah sejak masa awal ujicoba Axis telah menyiapkan penerapan interkoneksi SMS berbasis biaya,” ujarnya.

Tribunnews